Find A Doctor

Teknik off-pump hindarkan pasien dari komplikasi

Komplikasi, kata medis satu ini tak jarang membuat banyak orang merasa takut. Apalagi jika munculnya komplikasi diembel-embeli dengan kegagalan tindakan medis seperti gagal jantung, gagal ginjal dan sebagainya. Seakan-akan pasien yang sudah terkena vonis komplikasi seperti itu sudah tipis pula harapan hidupnya. Namun, beberapa teknik pengobatan telah memberikan secercah harapan bagi pasien untuk terhindar dari komplikasi.

 

Sampai saat ini komplikasi fatal sering terjadi pada mereka yang menderita deabetis (kencing manis) dan darah tinggi. Dua penyakit ini rawan menimbulkan rentetan penyakit komplikasi seperti serangan jantung, jantung koroner, mata, kaki, dan sebagainya.

 

Sebaliknya, mereka yang mengidap jantung bawaan dan sedang melakukan penyembuhan lewat operasi jantung pun tak lepas dari kemungkinan komplikasi. Tak heran jika angka kematian akibat penyakit satu ini cukup tinggi di dunia.

 

Sebagian dari mereka karena terlambat mendapatkan penanganan medis begitu serangan jantung terjadi. Namun tidak sedikit pula yang tidak tertolong akibat munculnya komplikasi setelah mengalami operasi jantung.

 

Sebagaimana diketahui kerusakan otot jantung dapat menyebabkan pengeluaran protein otot jantung yang disebut troponin I ke dalam aliran darah. Pada pasien jantung yang juga menderita hipertensi akan terjadi beban kerja jantung meningkat sehingga terjadi pembesaran. Semakin lama otot jantung tersebut akan mengendur dan berkurang elastisitasnya.

 

Akibatnya jantung tidak lagi mampu memompa dan menampung darah dari paru sehingga banyak cairan tertahan di paru maupun jaringan tubuh lain yang dapat menyebabkan sesak nafas atau oedema. Kondisi seperti ini disebut dengan gagal jantung.

 

Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja dan tidak mengenal usia, pangkat ataupun kedudukan sosial seseorang. Oleh karena itu tak heran jika penyakit ini merupakan penyakit yang menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi. Mungkinkah angka kematian itu bisa ditekan?

Teknik off-pump

David Khoo Sin Keat, dokter bedah jantung dan paru-paru terkemuka dari Malaysia menjelaskan bagaimana cara penanganan operasi jantung yang kini boleh dikatakan tergolong modern. Setidaknya untuk perkembangan medis di kawasan Asia.

 

Lewat seminar yang diselenggarakan Corfina Capital, dokter yang kini bekerja di Ipoh Specialist Hospital ini, memperkenalkan operasi jantung dengan menggunakan teknik off-pump coronary artery bypass graft (CABG).

 

Sama operasi bypass, teknik itu pun boleh dikatakan cukup efesien dan efektif. “Bypass berarti membuat jalan baru atau aliran darah yang baru,” ujar David.

 

Menurut dokter yang mendapatkan gelar FRCS dari Universitas Edinburg Inggris ini, teknik bypass seperti ini memang sulit dan sangat memerlukan ketelatenan dan ketelitian seorang dokter. Biasanya para dokter cenderung memilih teknik pump yang menggunakan sejumlah perangkat mesin karena akan lebih mudah.

 

Namun, kata David, banyak keuntungan yang didapat dari CABG ini. Pertama, proses penyembuhan akan lebih cepat. Kedua, pendarahan lebih sedikit. Ketiga, berkurangnya kemungkinan terjadi komplikasi pada jantung, ginjal, dan otak. “Poin ketiga inilah sangat penting untuk menekan angka kematian, karena banyak pasien yang tak bisa tertolong setelah mengalami komplikasi,” paparnya.

 

Sambil menunjukan video yang menggambarkan pasien terlihat segar bugar setelah menjalani operasi jantung, David menuturkan, operasi dengan menggunakan teknik off-pump jauh lebih murah. Pasalnya, waktu yang diperlukan hanya tiga hari atau paling lama seminggu pasien sudah bisa pulang dan langsung dapat menjalankan aktivitas sehari-hari mereka.

 

Teknik ini pun hanya sedikit menimbulkan luka. Pasalnya tim medis hanya melubangi kedua kaki sebesar 1 inchi untuk mendapatkan pembuluh vena. Pencarian pembuluh itu dilakukan dengan kamera untuk kemudian ditarik keluar.

 

Tentu sebuah cara cukup jlimet jika dibanding dengan teknik pencarian pembuluh darah umumnya. Biasanya untuk mendapatkan pembuluh vena itu tidak jarang dokter akan mengoperasi (membedah) sepanjang kaki mulai dari tumit hingga paha.

 

“Dengan luka kecil dan bantuan kamera kami sudah bisa mendapatkan empat potongan vena untuk bypass, yakni tiga dari kedua kaki dan satu dari bagian dada,” ujar David yang pernah mendapatkan pendidikan cardiovascular thoracic surgery di Mayo Clinic, AS.

 

Konon mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad dan PM Malaysia yang sekarang Abdullah Badawi, pernah menjalani operasi jantung dengan teknik off-pump.

 

Bahkan teknik seperti ini sebelumnya sudah kerap terdengar di Eropa dan AS, termasuk yang pernah dijalani oleh mantan Presiden AS Bill Clinton.

Jantung tetap berdetak

Yang menarik, selama proses pengoperasian jantung pasien dibiarkan dalam keadaan berdenyut atau beroperasi. Mereka hanya dibius total dan kerja jantung tidak diganti dengan mesin. Bahkan pelaksanaan operasi semacam ini jauh lebih cepat hanya memerlukan waktu sekitar empat jam.

 

Beda dengan operasi jantung dengan teknik pompa yang bisa menghabiskan waktu hingga 14 jam. Belum lagi proses penyembuhan yang banyak tahapan fasenya. Tahapan penyembuhan inilah yang sering rawan terjadinya komplikasi.

 

Namun secanggih dan modernya penanganan medis, operasi jantung tetap mengandung risiko. Karena itu, kata David yang paling penting tetap melakukan pencegahan. Upaya pencegahan dapat dilakukan antara lain dengan proses deteksi dini lewat pemeriksaan kesehatan.

 

Tak kalah penting pula adalah menjalankan pola makan yang berimbang, olah raga teratur, dan berhenti merokok. Pasalnya penyakit ini juga dapat disebabkan oleh kadar kolesterol yang tinggi, yang akan menyebabkan terjadinya pengerasan pada pembuluh darah koroner (arteriosklerosis). (dw)

Appointment